Menatap Cantik Rinjani dari Bukit Selong

Admin
4 Min Read
Bukit Selong

Jalan menuju Bukit Selong tidak membutuhkan napas panjang seperti pendakian Gunung Rinjani. Dari area parkir di kawasan Sembalun Lawang, langkah kaki segera berhadapan dengan jalur pendek yang menanjak. Beberapa anak tangga menjadi pengantar sebelum lanskap terbuka perlahan di depan mata.

Bukit Selong berada di kawasan Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Bukit ini berada di kawasan Sembalun yang ketinggiannya sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Dari titik parkir, pengunjung dapat mencapai bagian atas bukit dalam sekitar 5–10 menit. Jika diteruskan ke titik pandang yang lebih tinggi, waktunya sekitar 10–15 menit.

Jaraknya memang pendek. Namun, pemandangan yang menunggu di atas bukit seperti membayar lunas perjalanan.

Di bawah sana, lahan pertanian Sembalun terbentang dalam petak-petak geometris. Dari ketinggian, sawah dan kebun tampak seperti mosaik raksasa. Warna hijau, cokelat tanah, dan kuning tanaman membentuk pola yang berubah mengikuti musim tanam. Rumah-rumah penduduk terlihat kecil di antara hamparan lahan pertanian.

Di kejauhan, Gunung Rinjani berdiri sebagai latar utama.

Gunung setinggi sekitar 3.726 mdpl itu tampak menjulang di balik bentang Sembalun. Bukit-bukit di sekitarnya membentuk semacam dinding alami. Salah satunya adalah Bukit Pergasingan yang juga menjadi tujuan pendakian populer di kawasan tersebut.

Pagi menjadi waktu yang menarik untuk berjalan ke Bukit Selong. Udara Sembalun terasa sejuk. Kabut tipis kadang masih menggantung di lembah. Ketika matahari mulai naik, cahaya perlahan menyentuh ladang-ladang di bawah. Lanskap yang semula pucat berubah menjadi lebih terang.

Tidak perlu berlama-lama di jalur. Yang diperlukan justru kesediaan untuk memperlambat langkah.

Bukit Selong

Di beberapa bagian, pengunjung berhenti untuk memotret. Ada yang berdiri menghadap Rinjani. Ada yang duduk di tepian bukit sambil memandang lembah. Ada pula yang sekadar diam.

Bukit Selong memang menawarkan panorama yang mudah dinikmati tanpa perjalanan panjang. Karena itu, tempat ini kerap menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana pegunungan Sembalun tanpa harus melakukan pendakian berjam-jam menuju Rinjani.

Kontrasnya menarik. Untuk mencapai puncak Rinjani dari jalur Sembalun, pendaki harus menempuh perjalanan berjam-jam melalui padang savana hingga Plawangan Sembalun di ketinggian sekitar 2.639 mdpl. Dari sana, perjalanan menuju puncak masih membutuhkan tenaga dan ketahanan fisik.

Bukit Selong menawarkan pengalaman yang berbeda: perjalanan pendek dengan pandangan yang luas.

Tetapi mungkin justru di situlah pelajaran dari berjalan kaki.

Jalan kaki membuat jarak terasa. Beberapa menit berjalan membuat seseorang menyadari perubahan kecil di sekitar: udara yang lebih dingin, suara angin, bentuk ladang, kemiringan tanah, sampai bayangan awan yang bergerak di lereng Rinjani.

Perjalanan tidak selalu harus jauh untuk memberikan pengalaman yang dalam.

Di Bukit Selong, beberapa ratus langkah cukup untuk mengubah cara melihat sebuah lanskap. Dari bawah, Sembalun mungkin hanya terlihat sebagai lembah dan hamparan pertanian. Dari atas bukit, ia menjadi sebuah kesatuan: manusia, tanah, tanaman, rumah, bukit, dan gunung berada dalam satu bingkai.

Rinjani pun terlihat bukan sekadar gunung yang hendak ditaklukkan.

Ia seperti mengingatkan bahwa alam tidak selalu datang untuk ditaklukkan. Kadang ia cukup dipandang, disusuri dengan kaki, lalu direnungkan.

Sebab perjalanan yang baik bukan hanya tentang seberapa jauh kaki membawa tubuh. Ia juga tentang seberapa jauh sebuah pemandangan membawa pikiran pulang kepada kesadaran: manusia hanyalah bagian kecil dari bentang alam yang jauh lebih besar.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *