Walking Indonesia – Di ujung ranting, seekor srigunting tampak diam. Namun, diam bukan berarti tak bekerja. Dari tempat itu ia mengamati sekeliling, menunggu saat yang tepat untuk menyambar serangga yang melintas. Kesabaran, rupanya, juga menjadi cara alam mempertahankan kehidupan.
Pepohonan bukan sekadar hamparan hijau. Bagi srigunting, ia adalah rumah, menara pengintai, sekaligus tempat mencari rezeki. Karena itu, setiap pohon yang tetap berdiri sesungguhnya ikut menjaga mata rantai kehidupan di hutan.
Allah SWT berfirman, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.” (QS. Hud: 6).
Semoga srigunting tetap lestari di habitat alaminya. Sebab, ketika hutan terjaga, bukan hanya burung yang tetap bernyanyi, tetapi juga keseimbangan alam yang terus hidup.