Walking Indonesia – Taman Menteng tak lagi sekadar menjadi tempat yang asyik untuk berjalan kaki. Ruang terbuka hijau seluas sekitar 2,9 hektare di jantung Jakarta Pusat ini menjelma menjadi ruang publik yang menggabungkan olahraga, literasi, seni, sekaligus gaya hidup ramah lingkungan.
Sejak pagi hingga malam, lintasan pedestrian taman dipenuhi warga yang berjalan santai, jogging, hingga berolahraga bersama keluarga.
Di kawasan yang dibangun sebagai taman kota modern pada 2007 dan diresmikan pada 2008 ini, pengunjung juga dapat memanfaatkan lapangan basket, lapangan futsal, serta fasilitas gym luar ruang secara gratis.
Bagi pecinta buku, tersedia Bookhive, sebuah perpustakaan mini terbuka yang memungkinkan pengunjung membaca atau saling berbagi buku tanpa dipungut biaya.
Di beberapa sudut taman, karya seni instalasi turut memperkaya pengalaman berjalan kaki, membuat aktivitas olahraga terasa lebih menyenangkan sekaligus memberi ruang untuk berhenti sejenak menikmati karya seni.
Taman Menteng juga dikenal dengan hamparan rumput terbuka, rumah kaca (greenhouse), serta pepohonan peneduh seperti mahoni, ketapang kencana, trembesi, tabebuya, dan palem, yang membantu menurunkan suhu kawasan sekaligus menyerap polusi udara ibu kota.
Akses menuju taman pun relatif mudah dan mendukung penggunaan transportasi publik. Pengunjung dapat menggunakan KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Cikini, lalu berjalan kaki sekitar 10–15 menit.
Alternatif lain adalah TransJakarta koridor yang melintasi Jalan HOS Cokroaminoto atau Jalan Cikini Raya, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki singkat.
Lebih dari sekadar ruang olahraga, Taman Menteng menunjukkan bahwa kota yang sehat adalah kota yang memberi ruang bagi warganya untuk bergerak, membaca, berkesenian, dan saling berinteraksi.
Setiap langkah yang ditempuh dengan berjalan kaki menuju taman juga menjadi cara sederhana mengurangi emisi kendaraan bermotor—sebuah kebiasaan kecil yang jika dilakukan bersama dapat membuat Jakarta menjadi kota yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih manusiawi.
